cirebon,

Telaga Remis Keindahan dan Sejarahnya

Juli 31, 2018 Bengkel Web 0 Comments

 

Suasana sejuk nan permai dengan pemandangan pepohonan pinus hijau menjadi sajian yang tersaji di sebuah danau kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Adalah Telaga Remis, danau yang menawarkan suasana ketenangan berbalut dengan keindahan yang alami.

Berjarak kurang lebih 37 km atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat Kota Kuningan, Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektar untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektar.
Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.
Bagi Anda yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.
Nama Telaga Remis diambil dari dua kata yaitu telaga dan remis. Telaga berasal dari bahasa Sunda yaitu danau sedangkan remis adalah sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga dan disebut remis oleh masyarakat sekitar. Namun disisi lain, terdapat mitos yang menceritakan awal terbentuknya telaga ini.


Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram yang seharusnya diberikan. Maka diutuslah Pangeran Selingsingan dan anak buahnya. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purabaya dari Mataram yang ingin menagih upeti. Hingga akhirnya perang pun tak terelakkan.
Bertempat di kaki Gunung Slamet, Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji.


Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Hal ini tidak ditolak oleh Elang Sutajaya. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Selingsingan dan memenangkan peperangan.

Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purabaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Dan tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.

Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam. Namun Elang Sutajaya tak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik. Karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.




Mendengar nasihat yang keluar dari Elang Purabaya, Pangeran Selingsingan pun menagis tanpa henti. Hingga air matanya membentuk sebuah Telaga Remis. Sedangkan Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya. [Riky/IndonesiaKaya]

0 komentar:

fe unswagati,

Mengenal Universitas Pertama di Cirebon

Juli 30, 2018 Bengkel Web 0 Comments


Kota Cirebon selain dikenal sebagai kota wisata sejarah juga memiliki pendidikan tinggi yang baik dan cukup tua. beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Cirebon diantaranya adalah :


PTN. IAIN Syekh Nurjati

01. Universitas Swadaya Gunung Jati, (Unswagati) Cirebon
02. Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon (UNTAG) Cirebon
03. Universitas Muhammadiyah Cirebon, (UMC) Cirebon
04. Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, (UNU) Cirebon


Sekolah TinggiAgama Islam
01. Sekolah Tinggi Agama Islam ma'had aly , Cirebon

Bahasa Asing
01. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Invada, Cirebon

Farmasi
01. Sekolah Tinggi Farmasi YPIB Cirebon, Cirebon

Kesehatan
01. STIKES Cirebon, Cirebon
02. STIKES Mahardika Cirebon, Cirebon

Komputer
01. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Poltek Cirebon, Cirebon

Teknologi

01. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, Cirebon

Ekonomi
01. STIE Cirebon, Cirebon
02. STIE Yasmi, Cirebon

Manajemen
01. STMIK CIC, Cirebon
02. STMIK IKMI Cirebon, Cirebon

Politeknik
01. Politenik Kesehatan Yakesbi, Cirebon

AkademiAnalisis
01. Akademi Analisis Kesehatan An Nasher, Cirebon

Bank
01. Akademi Bank Yasmi, Cirebon

Keperawatan
01. Akademi Keperawatan Dharma Husada Cirebon, Cirebon
02. Akademi Keperawatan Muhammadiyah Cirebon, Cirebon
03. Akademi Keperawatan Buntet Pesantren, Cirebon

Maritim
01. Akademi Maritim Cirebon, Cirebon
02. Akademi Maritim Suaka Bahari, Cirebon

Pariwisata
01. Akademi Pariwisata Yasmi, Cirebon

Perdagangan
Akademi Perdagangan Widya Dharma Cirebon, Cirebon

Manajemen
AMIK Bumi Nusantara, Cirebon

Sekertaris
ASM Bumi Nusantara Indonesia, Cirebon

namun dari Perguruan Tinggi itu ada yang tua dibangun dan didirikan sekitar tahun 1950an yaitu Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang berlokas di Jalan Pemuda Cirebon.

0 komentar:

cirebon,

Ini Alasan Kenapa Harus Liburan Ke Cirebon

Juli 30, 2018 Bengkel Web 0 Comments



Sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini Cirebon telah menjadi daerah yang banyak disoroti karena letaknya di jalur pantura. Semakin hari sepertinya kota udang ini juga sering jadi perbincangan karena ternyata menyimpan banyak daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun internasional.

Sementara bagi anda yang belum pernah sekalipun berkunjung ke kota wali ini, berikut Hotel Zamrud Cirebon  memberikan penjelasan kenapa kamu harus liburan ke Kota Cirebon. 

1. Cirebon Banyak Menyimpan Sejarah

sudah menjadi sejarah Indonesia, Cirebon merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah penting, terbukti banyaknya bangunan kerajaan dikota ini. Cirebon merupakan salah satu kota yang memiliki keraton terbanyak, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan

2. Kekayaan Batik Yang Mendunia

Batik Mega Mendung adalah batik ciri khas Cirebon, pola dan corak yang seperti awan merupakan ciri khas Batik Cirebon. Saat ini yang sedang populer adalah Batik Trusmi, Jika anda menginap di Hotel Zamrud Cirebon hanya perlu 10 menit menuju ke pusat perbelanjaan dan wisata batik Trusmi

3. Kaya Aneka Ragam Kuliner

Cirebon selain destinasi wisata yang berciri sejarah juga memiliki variasi kuliner yang bermacam-macam ciri khas kuliner Cirebon diantaranya adalah Nasi Jamblang, Empal Gentong dan ada juga nasi lengko dan Docang. Tentunya masih banyak kuliner yang bisa anda nikmati dan semuanya itu dengan harga yang sangat terjangkau.

0 komentar:

artis dangdut,

Usai Show Memeriahkan Tabungan eBATARAPOS Zaskia Gotik Istirahat di Hotel Zamrud Cirebon

Juli 29, 2018 Bengkel Web 0 Comments

Malam minggu tepatnya bertempat di halaman Parkir Grage Mall Cirebon eBATARAPOS mengadakan hiburan Pesta Dangdut yang dimeriahkan oleh Artis Dangdut Nasional Zaskia Gotik. Artis dangdut yang dikenal dengan goyang itik ini hadir di Cirebon memberikan hiburan yang meriah, penampilannya yang ceria membuat para penonton benar-benar terhibur.

Acara yang diadakan oleh Tabungan BTN eBATARAPOS sengaja dibuat untuk memberikan nilai lebih kepada para nasabah.

Seusai acara Zaskia Gotik beristirahat di Hotel Zamrud Cirebon yang letaknya memang berseberangan dengan lokasi acara. Hotel Zamrud yang letaknya di tengah kota memang memberikan kemudahan akses kemana saja. Selain itu walaupun ditengah kota Hotel Zamrud sangat nyaman dan tenang karena area yang luas dan lingkungan yang hening.

Selama bulan Juli sampai Agustus 2018 Hotel Zamrud memberikan banyak keuntungan beberapa promo yang bisa anda dapatkan adalah ;
1. jika anda menggunakan hotel Zamrud Cirebon sesering mungkin akan akan mendapatkan Batu Zamrud yang indah.
2. di Bulan agustus 2018 Hotel Zamrud memberikan Diskon Kamar khusus type Eksekutif dan Deluxe, harga yang sudah di potong kemudian masih di diskon 10 persen ini benar-benar harus dimanfaatkan karena khusus diadakan dalam rangka memerihakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Informasi lengkap anda bisa menghubungi marketing Hotel Zamrud di
WA : +62 813-2407-7609
+62852-2240-0039
+6282129908852


0 komentar:

hotel diskon cirebon,

PROMO MERDEKA HOTEL ZAMRUD SELAMA BULAN AGUSTUS

Juli 24, 2018 Bengkel Web 0 Comments


Hotel Zamrud Cirebon kembali mengadakan Promo Menarik dibulan AGUSTUS 2018. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Hotel Zamrud memberikan promo bagi pengguna Executive Room dan Deluxe Room dengan potongan harga sebesar 10%. 

Ada beberapa persyaran bagi pelanggan yang ingin mendapatkan promo Hotel Zamrud  di Bulan Agustus, berikut adalah persyaratannya ;

PERSYARATAN :
  • Berlaku bulan Juli s/d Agustus Hari Senin s/d Jumat dan atau selain hari libur 
  • Follow IG @hotelzamrudcirebon 
  • Upload Foto saat Check in 
  • Mention @hotelzamrudcirebon Hastag #promohotelzamrud
nah jadi buat anda persiapkan dari sekarang dan catat waktu liburan anda di kota Cirebon, pastikan saat Check In mengabadikan moment bahagia anda dan jangan lupa untuk upload ke Instagram. 
Saat anda Check Out nanti tunjukan foto selfi anda ke Resepsionis kami maka anda mendapatkan potongan harga 10%. 

Viralkan berita ini dan nikmati fasilitas yang kami berikan.
Hotel Zamrud Cirebon 2018

0 komentar:

cirebon,

Siap-Siap Promo Di Bulan Agustus

Juli 23, 2018 Bengkel Web 0 Comments


Bulan Agustus akan segera tiba dimana Indonesia pada bulan tersebut merayakan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73. Dalam rangka turut memeriahkan hari kemerdekaan RI Hotel Zamrud Cirebon akan memberikan promo menarik dibulan Agustus. Seperti apa promo yang akan diberikan ? kita tunggu saja sampai pada waktunya :)


Pastikan ikuti terus Instagram Hotel Zamrud Cirebon @hotelzamrudcirebon Facebook Hotel Zamrud Cirebon dan Website http://hotel-zamrud.com atau blog hotel zamrud www.hotelzamrud.info. jadi supaya tidak ketinggalan informasi pastikan Follow ya!

0 komentar:

hotel zamrud,

Kisah Perjuangan Para Kyai Cirebon

Juli 23, 2018 Bengkel Web 0 Comments

berita
Cirebon, kota kecil yang terletak di bagian Timur Jawa Barat, hingga kini, dikenal sebagai salah satu kota ’santri’ di negeri ini, tentu selain Demak, Pekalongan, Kediri, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini bukan tidak beralasan atau sekedar julukan. Sedikitnya ada beberapa indikator bisa dikemukakan, diantaranya;

Pertama, sejarah kota dan atau kabupaten Cirebon menunjukkan kaitan eratnya dengan sejarah dan budaya kaum santri. Dimana kota ini pernah jadi salah satu area Islamisisasi dari gerakan dakwah kultural Wali Songo. Sunan Gunung Djati atau yang dikenal juga dengan Syarif Hidayatullah hadir di Cirebon sebagai pendakwah Islam kultural yang simpatik. Keberadaan Sang Sunan ini selain juga merupakan bagian dari Islamisasi Jawa ala Wali Songo, juga merupakan bagian dari perjalanan membesarkan kerajaan Cirebon masa lampau. Untuk menghormati jasa-jasa Sang Sunan, hingga kini masyarakat Cirebon dan kaum santri pada umumnya ’rajin’ menziarahi pesarean (maqbarah) Sang Sunan, atau setidaknya mengingat wasiatnya yang sangat populis, ”Insun titip tajug lan fakir miskin” (saya titip mushalla dan fakir miskin).
Kedua, banyaknya pesantren di kota dan kabupaten Cirebon. Di Cirebon bagian Timur terdapat ‘kampung pesantren’ Buntet, sebuah kompleks pesantren yang berlokasi di desa Mertapada Kulon. Tidak jauh dari situ, terdapat pesantren Gedongan yang berlokasi di desa Ender. Sementara di wilayah Cirebon Barat bagian Selatan terdapat ‘kampung pesantren’ Babakan Ciwaringin. Di wilayah Cirebon Barat bagian Utara terdapat pesantren Dar Al-Tauhid di desa Arjawinangun, dan pesantren Al-Anwariyah di desa Tegalgubug.

Terbentang di antara di antara wilayah Barat bagian Utara dan bagian Selatan, dapat ditemui dua pesantren; pesantren Tahsinul Akhlaq di desa Winong dan ’kampung pesantren’ di desa Kempek Ciwaringin. Ke Selatan sedikit, kita dapat menjumpai pesantren Balerante, Palimanan. Dari Palimanan ke arah Timur, di wilayah Plered, kita juga dapat menjumpai beberapa pesantren. Di Cirebon Kota, juga terdapat banyak pesantren. Sebut saja beberapa diantaranya adalah pesantren Jagasatru, pesantren Istiqomah, dan pesantren Siti Fatimah. Di bagian lain dari Kota Cirebon terdapat pesantren Benda Kerep. Nama-nama dan lokasi pesantren itu hanya sebagian dari yang ada, masih banyak nama dan lokasi pesantren yang sesungguhnya belum disebutkan.
Bukan hanya itu, fakta sejarah membuktikan, bahwa kaum santri Cirebon juga berpartisipasi aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa ini. Di desa Ujungsemi kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon, terdapat makam pahlawan. Pemerintah setempat menziarahinya setiap hari pahlawan atau hari kemerdekaan RI. Ratusan pahlawan yang gugur dan dikebumikan di situ adalah kaum santri, alias pejuang-pejuang Islam yang terdiri dari kyai-santri yang saling bahu membahu mengusir penjajah. Mereka membela tanah air meski harus bersimbah darah dan kehilangan nyawa.
Ada orang yang sangat dihormati penduduk kampung. Karena selain dikenal sebagai ahli agama, beliau juga dikenal sebagai salah satu pejuang kemerdekaan yang tersisa. Penduduk memanggilnya Kyai Nurin. Yah Kyai Nurin yang dikenal kebal peluru dan salah seorang santri Kyai Syathori Arjawinangun.
Pendiri kampung pesantren Babakan, Kyai Jatira, adalah juga seorang pejuang anti Belanda. ”Seandainya bukan karena perjuangan Kyai Jatira, pesantren Babakan Ciwaringin ini tidak akan ada” kata seorang ustadz di pesantren tempat saya belajar, Assalafie. Perjuangan Kyai Jatira ini terutama pertentangannya terhadap kebijakan penjajah dalam membangun jalan yang akan mengganggu pesantren. Beliau dengan berani memindahkan ’patok’ penanda pembangunan jalan ke sebelah utara, sehingga tidak mengganggu pesantren. Kaum penjajahpun terkecoh karenanya.

Tidak jauh dari situ, bergeser ke Barat dan Selatan dari Babakan Ciwaringin, ada desa Kedondong kecamatan Susukan, yang juga bertetangga dengan desa Gintung kecamatan Ciwaringin. Dari desa ini ada cerita heroik perjuangan kaum santri melawan penjajah, yang dikenal dengan ’Perang Kedondong’. Dalam perang ini, dengan dipimpin Pangeran Matangaji, kaum santri bahu membahu melawan penjajah. Pangeran Matangaji sendiri adalah keluarga kraton Cirebon (Kasepuhan) yang turun tangan memimpin masyarakat memimpin perlawanan terhadap kolonial. Dalam peperangan ini kaum santri berperang sampai titik darah penghabisan. Banyak kalangan santri yang meninggal. Sementara pangeran Matangaji, menyelematkan diri. Ada yang menyatakan beliau kemudian meninggal di sebuah desa, yang sekarang dikenal sebagai desa Matangaji, Sumber.

Di desa Gintung, sebelah desa Kedondong ada tanah lapang. Penduduk setempat menyebutnya Blambangan. Di tempat inilah kaum santri banyak terbunuh dalam perang kedondong. Beberapa memang selamat, seperti Kyai Abdullah dari Lontang Jaya, kakek Kyai Syathori Arjawinangun. Ada juga yang menyatakan bahwa selain kyai Abdullah, Kyai Jaitra Babakan Ciwaringin dan Kyai Idris dari Kempek Ciwaringin, turut pula dalam peperangan ini. Mereka berdua juga termasuk kyai yang selamat dari senjata kaum penjajah.

Sementara itu Kyai Syatori, pendiri pesantren Arjawinangun, bersama Kyai Abbas Buntet dan Kyai Sonhaji Indramayu beserta beberapa kyai lainnya, berpartisipasi aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI, dari agresi Belanda. Saat itu Kyai Saythori Arjawinangun, Kyai Abbas Buntet dan beberapa kyai lain pergi ke Jawa Timur memenuhi panggilan Kyai Hasyim Asy’ari untuk dimintai pandangan soal mempertahankan tanah air dari serangan agressi Belanda. Perundingan ditunda sampai rombongan kyai Cirebon hadir. Perundingan itulah kemudian yang dijadikan dasar oleh Bung Karno untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Pesantren Buntet sendiri adalah kampung pesantren yang sejak awal didirikan dengan sikap kritis terhadap segala bentuk penjajahan. Pendiri pesantren Buntet, Mbah Muqayyim, dikenal sebagai seorang yang anti kolonialisme, dan tidak mengenal kompromi sedikitpun dengan Belanda. Sikap kerasnya ini pula, yang membuatnya keluar dari lingkungan Kraton Cirebon (Kasepuhan) untuk kemudian membangun basis kekuatan rakyat melalui pendidikan agama (pesantren).

Untuk kepentingan ini, kemudian di pesantren Buntet juga dikembangkan ilmu kanuragan, tentu disamping ilmu-ilmu yang utama, ilmu-ilmu agama. Kyai Abbas, pada masanya, selain dikenal sebagai ahli agama, beliau juga dikenal sebagai guru silat yang cukup mumpuni. Memang, di beberapa pesantren tradisional di Cirebon, ilmu-ilmu kanuragan (kesaktian) ini kerap pula diajarkan. Entah itu sengaja, secara terkurikulum dan bertahap, atau sekedar sebagai hadiah dari Kyai kepada santrinya yang telah menghatamkan (menyelesaikan) kitab-kitab kajian tertentu.
Bahkan pada masa perjuangan kyai-kyai tersebut, di Cirebon dikenal kyai kanuragan yang merupakan guru kanuragan dari kyai-kyai yang ada di Cirebon. Beliau adalah Kyai Rafi’i dari Kali Tengah, Plered. Pada masanya, kyai-kyai Cirebon tidak akan buru-buru turun mengajarkan ilmu agama di masyarakat sebelum belajar kanuragan kepada beliau.
Saat ini, kiprah kaum santri (kyai-santri) Cirebon bagi bangsa ini tetap tidak bisa diremehkan begitu saja. Cirebon memiliki Kyai Fuad Hasyim (al-marhum), seorang mubaligh kondang dari Buntet. Beliau aktif di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan gigih mengusung nasionalisme bangsa. Cirebon memiliki Kyai Yahya Masduki (al-marhum) yang dengan gigih menyatakan bahwa persaudaraan sesama anak bangsa dan sesama manusia sama pentingnya dengan persaudaraan sesama muslim. Beliau kyai yang tetap populis, rendah hati, dan tidak berambisi untuk dirinya sendiri.
Cirebon juga memiliki Kyai Syarif Utsman Yahya, yang dengan gigih menyadarkan bangsa akan arti kemerdekaan, nasionalisme, dan arti hidup berbangsa. Atas dasar pandangannya mengenai hak-hak warga negara, beliau dengan berani membela keberadaan Ahamadiyah. Beliau lakukan pernyataan sikap berkali-kali, baik di media lokal, media nasional maupun internasional untuk menyatakan bahwa Ahmadiyah memiliki hak hidup di negeri ini. Beliau terus konsisten melakukan pembelaan ini, meski dikecam oleh beberapa kyai garis keras di Cirebon.

Cirebon juga memiliki Kyai Husein Muhammad, yang dengan gigih memperjuangkan hak-hak perempuan, yang selama ini tertindas. Beliau melakukan ini, bukan sekedar karena ikut-iuktan trend jender, tetapi karena memang Islam mengajarkan kesetaraan dan menolak segala bentuk kezaliman.
Cirebon memiliki kyai dan santri yang luar biasa. Tergantung kita semua, apakah kita akan meneruskan perjuangan kyai-kyai dan guru-guru kita tersebut, atau sebaliknya. Wallahu a’lam bi alshawab.
Source: fahmina.or.id

0 komentar:

hotel cirebon,

Docang, Kuliner Khas Cirebon Yang Unik dan Bersejarah

Juli 22, 2018 Hotel Zamrud 0 Comments



Cirebon punya ragam kuliner yang nggak cuma lezat, tapi juga unik. Mulai dari nasi jamblang yang gurih hingga empal gentong yang menggugah selera. Tapi, nggak banyak yang tahu kalau Cirebon juga memiliki satu kuliner istimewa dengan kisah asal usul yang unik. Namanya docang! Sekilas, masakan yang satu ini mirip banget lontong sayur. Dengan kuah santan kemerahan, kamu bisa menikmati lontong, toge, daun singkong dan oncom dalam satu piring.Rasanya memang nggak terlalu pedas. Tetapi rasa segar tetap timbul di lidah karena menggunakan kuah dage yang panas. Makin lengkap jika ditambah remasan kerupuk putih maupun kulit sebagai topping-nya.
Bumbu Racun
Selain rasa, docang memiliki hal unik dalam hal asal usul. Yap, masakan ini sudah ada sejak zaman Wali Songo menyiarkan Agama Islam di kawasan Cirebon dan sekitarnya. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, seorang pangeran bernama Rengganis yang nggak suka akan keberadaan Wali Songo memutuskan untuk meracuni mereka dengan membuat sebuah masakan. Setelah disajikan, para Wali Songo pun lahap menyatap masakan ini saat berkumpul di Masjid Sang Cipta Rasa. Keajaiban muncul, bukannya keracunan, para Wali Songo pun ketagihan dengan masakan dari Pangeran Rengganis. Sejak itulah, docang dikenal oleh masyarakat sebagai kulier khas Cirebon yang penuh misteri. Tapi tenang, docang nggak beracun kok! Cuma rasa gurih yang tercipta dari perpaduan kuah dan isiannya bikin kamu ketagihan layaknya para Wali Songo. Soal harga, nggak usah diragukan lagi. Cocok disajikan untuk sarapan pagi, docang bisa kamu nikmati dengan bujet Rp 5- 10 ribu saja.(sumber pegipegi.com). Bagi wisatwan yang menginap di hotel zamrud yang strategis cukup menuju jalan cipto  anda akan menemukan docang yang siap menjadi teman sarapan pagi anda.

0 komentar:

hotel anak muda,

Gedung BAT Kawasan Kota Tua Cirebon

Juli 21, 2018 Hotel Zamrud 0 Comments



Anda mungkin sedang kebingungan mencari destinasi atau wisata menarik di Kota Cirebon. Cirebon memiliki berbagai pesona yang menarik mulai dari keindahan alamnya, sejarah, seni budaya, hingga kulinernya yang akan membuat orang  ingin datang kembali lagi ke Cirebon. Salah satu tujuan wisata yang menarik dan instragamable adalah kawasan bangunan tua BAT (British Amarican Tobaco), BAT adalah bangunan peninggalan belanda yang selalu ramai dijadikan spot selfie para wisatawan. Kawasan ini sangat cocok untuk jalan sore-sore, arsitektur bangunan yang sangat khas eropa membuat kita seakan-akan ada di masa lampau bahkan seperti di eropa. Ciri khas bangunan ini yang memiliki lengkungan lengkungan besar serta tembok yang megah selalu dijadikan latar spot foto para wisatawan. Untuk menuju lokasi ini cukup menempuh waktu 10 menit dari hotel zamrud menuju arah jalan pasuketan lemahwungkuk menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum online.

0 komentar: